Dengan Korea Selatan yang berada di tengah-tengah musim pemilu, para selebriti Korea khususnya para idola berhati-hati dalam aktivitas media sosial mereka. Seiring dengan antisipasi negara tersebut terhadap presiden berikutnya, bahkan postingan yang tampaknya netral pun dapat diteliti untuk mengetahui potensi implikasi politiknya sehingga membuat para selebritis berisiko dituduh menyatakan dukungannya terhadap kandidat tertentu.
aespa\'S Karina baru-baru ini menemukan dirinya dalam diskusi panas online setelah dia memposting dan segeramenghapus fotodi Instagram-nya.
Pada tanggal 27 Mei Karina mengunggah serangkaian foto yang diambil di sebuah jalan di Tokyo Jepang mengenakan jersey merah dengan garis diagonal tebal dan nomor \'2\' di bagian depan berpose lucu di depan kamera. Diasegera menghapus foto ituketika hal itu memicu tuduhan bahwa dia secara halus mengungkapkan kesetiaan politiknya.
Karena merah adalah warna resmi Partai Kekuatan Rakyat yang konservatif dan nomor 2 adalah nomor suara calonKim.SBeberapa netizen menafsirkan postingan tersebut sebagai dukungan halus terhadap kampanyenya.
Tak hanya itu, sebagian warganet pun yakin Karina mengunggah postingan tersebut untuk menunjukkan dukungan politiknya karena ia mengunggah foto tersebut dengan emoticon bunga mawar. Netizen Korea menuduh bahwa mawar melambangkan \'Pemilihan Presiden Mawar\' yang mengacu pada pemilihan presiden musim semi yang terjadi pada bulan Mei 2017 setelah mantan presidenPark Geun Hyedidakwa.
Pemilihan presiden biasanya diadakan pada bulan Desember di Korea Selatan, namun pemilu tahun 2017 diadakan pada bulan Mei dan disebut sebagai 'Pemilihan Presiden Mawar' karena Bunga Mawar mekar pada bulan Mei. Netizen Korea menuding Karina menggunakan emoticon Mawar untuk merujuk pada pemilu 2025 yang akan berlangsung pada awal Juni.
Unggahan media sosial terbaru ini memicu perdebatan di kalangan netizen Korea di forum diskusi populer, dengan netizen yang terbelah mengenai isu tersebut. Meskipun ada yang membela postingan Karina sebagai unggahan yang tidak bersalah, ada juga yang mengkritik bahwa dia seharusnya lebih memperhatikan postingannya sebagai figur publik.
Merekadibahas:
\'Entah dia punya niat atau tidak, apakah dia harus mengunggahnya di saat seperti ini? Bagaimanapun dia tidak berpikir panjang.\'
\'Mengapa komentar jahat ini begitu kasar?\'
\'Dia bukan orang yang fanatik politik tapi dia memang melakukan kesalahan. Mengapa dia memposting foto yang membuat orang berbicara? Selain itu, semua orang sensitif selama periode pemilu.\'
\'Sangat sulit menjadi seorang idola.\'
\'Komentar ini terlalu berlebihan. Aku merasa kasihan pada Karina.\'
\'Kami mengalami Hukum Marshall. Bahkan jika dia tidak punya niat lain dengan fotonya, dia seharusnya lebih berhati-hati dan memperhatikan keadaan bangsa saat ini.\'
\'Aku merasa tidak enak dia berada di tengah kontroversi hanya karena hal kecil seperti ini.\'
\'Entah dia benar-benar ceroboh atau dia ingin mengekspresikan warna politiknya secara halus. tertawa terbahak-bahak.\'
\'Jelas dia mengungkapkan dukungan politiknya. Dia bahkan memasang emotikon mawar untuk menunjukkan bahwa ini adalah waktunya \'pemilihan presiden Rose\'.\'
\'Aku akan sangat kecewa pada Karina...\'
\'Jelas sekali dia memilih kandidat nomor 2...\'
\'Dia benar-benar tidak perlu memposting foto itu di saat seperti ini.\'
\'Dia juga langsung menghapus postingan tersebut... yang juga menunjukkan bahwa dia tahu apa yang dapat ditimbulkan dari postingan tersebut.\'
\'Pasti melelahkan sekali menjadi seorang idola...\'
\'Jika dia memposting tanpa menyadarinya maka dia mungkin terlihat lebih bodoh.\'
\'Para fanatik politik ini hanya mempermasalahkan hal yang tidak penting...\'
\'Saya berharap dia mempostingnya setelah memikirkannya.\'
\'Karina baru saja memposting foto baru dengan pakaian berwarna biru yang memiliki nomor 1. tertawa terbahak-bahak.\'
\'Bagaimana dia bisa menemukan jaket itu? tertawa terbahak-bahak.\'
\'Aku merasa kasihan pada Karina.\'
Dari Toko Kami
TAMPILKAN LEBIH BANYAKTAMPILKAN LEBIH BANYAK