Tidak dapat disangkal bahwa visual K-Pop adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Hal ini dapat dimengerti mengingat para idola dilatih secara ekstensif untuk selalu tampil terbaik karena karier mereka melibatkan penampilan di depan kamera hampir setiap saat. Namun belakangan ini sepertinya membedakan satu idola dengan idola lainnya menjadi semakin menantang. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting:Apakah visual K-Pop menjadi terlalu standar?
Secara historis, visual tertentu secara konsisten diberi label sebagai 'tingkat atas' dalam industri K-Pop. Misalnya saja YoonA SNSD yang menarik perhatian semua orang sejak debutnya menjadi standar kecantikan yang ikonik. Mantan anggota Miss A, Suzy, adalah idola lain yang menetapkan standar kecantikan abadi yang sering disebut sebagai \'cinta pertama nasional Korea.\' Demikian pula Cha Eun Woo ASTRO yang terus menerima pujian dan pengakuan luas atas visualnya yang sempurna yang mewujudkan pesona muda dan polos yang biasanya diasosiasikan dengan idola \'ideal.\'
Memasuki era idola generasi keempat dan kelima, kita memiliki sosok seperti Karina dari aespa dan Wonyoung dari IVE yang memimpin lini depan visual. Namun seiring dengan semakin banyaknya idola yang debut, semakin jelas bahwa banyak dari mereka tampak seperti versi yang dihasilkan AI satu sama lain. Contoh penting adalah Ian dari Hearts2Hearts yang menarik perhatian besar bahkan sebelum debutnya karena kemiripannya dengan Karina. Kesamaan yang mencolok tersebut membuat penggemar dan netizen mempertanyakan apakah keunikan dan individualitas dalam visual sudah memudar dalam industri ini.
Meskipun masuk akal bagi perusahaan hiburan untuk menginginkan idola yang menarik secara visual meniru penampilan populer yang ada, hal ini dapat secara tidak sengaja menghapus pesona unik yang membuat seorang idola menonjol. Memiliki penampilan yang mirip dengan idola populer tidak secara otomatis menjamin ketenaran atau kesuksesan. Penggemar lebih menyukai kepribadian otentik dan pesona individu yang berbeda daripada sekadar kesamaan estetika.
Baru-baru ini netizen menyuarakan keprihatinan bahwa sulit membedakan grup idola karena semua orang tampaknya mengikuti standar visual yang seragam. Pada generasi sebelumnya, relatif mudah untuk mengenali anggota individu karena penampilan dan gaya mereka sangat bervariasi. Grup menonjol karena visual mereka menekankan pesona unik yang berbeda daripada menyesuaikan dengan cetakan yang telah ditentukan.
Pada akhirnya tren ini menimbulkan pertanyaan: Apakah visual K-Pop menjadi terlalu standar dalam upaya untuk memenuhi satu 'ideal' atau memiliki ekspektasi masyarakat dan tuntutan penggemar yang menetapkan standar kecantikan begitu tinggi sehingga perusahaan merasa tertekan untuk mencari Wonyoung Karina atau Cha Eun Woo berikutnya? Mungkin ini saatnya untuk merangkul kembali keberagaman dalam visual idola untuk memastikan bahwa individualitas dan pesona pribadi tetap menjadi yang terdepan.
Cha Eun Woo: ELLE Korea 25 Januari .sw_container img.sw_img {lebar:128px!penting;tinggi:170px;}
Dari Toko Kami
TAMPILKAN LEBIH BANYAKTAMPILKAN LEBIH BANYAK - Kit Softbox Skytex (2 Pcs) - 20 X 28 Inci, 135W, 5500K Untuk Pemotretan Foto Dan Video
- Diskografi CIX
- Penampilan Coachella BLACKPINK kembali menarik perhatian
- Fakta dan Profil Kaedan (Fantasy Boys).
- Tim YouTube Han Ga In menghapus video kehidupan sehari-harinya karena kontroversi mengenai Parodi Lee Soo Ji dan komentar negatif
- Ayah koki 'Napoli Matfia' Kwon Seong Jun meninggal dunia
- Idola terkasih, 25 tahun yang lalu tragis